Tuesday, September 07, 2010
   
Text Size

Pertambangan

SEKTOR PERTAMBANGAN

Minyak Bumi
Merupakan bahan galian posisi yang telah diketahui berdasarkan rembesan (seepages)
- Rembesan minyak terdapat didaerah Batu Ke’de yaitu 280 km arah barat laut dari permukaan penduduk pada pormologi dengan ketinggian 1.450m dari permukaan laut
- Rembesan minyak bumi di daerah membuka (Desa Camba dan Garepa)

BATU BARA
Dikenal pula dengan bahan galian fosil atau organik karena proses pembentukan berasal dari sisa kehidupan manusia masa lampau yang bertempat di dua lokasi yakni di Lapangan Batu Noni dan Lapangan Banti sebesar 405.000 ton.

EMAS
Penyebaran Emas dan Perak dapat dijumpai di daerah aliran sungai Malua Kecamatan Malua dari desa Pinang Kecamatan Cendana.

LOGAM DASAR.
Penyebaran Emas dan Perak dapat dijumpai di daerah aliran sungai Malua Kecamatan Malua dari desa Pinang Kecamatan Cendana.

PASIR KUARSA
Berdasarkan hasil perhitungan luas dan ketebalan pasir kursa terdapat di daerah Kasambi dengan jumlah cadangan 6.000 dan daerah Pana dengan jumlah cadangan sebesar 2.400.600 m dan kecamatan Alla kampung Lumbaja sebesar 3.223.750 ton.

MARMER
Berdasarkan hasil pengamatan dan perhitungan cadangan dengan faktor koreksi 40% maka didapatkan cadangan :
Buntu Batu : 259.937m
Liang Bai Eran Batu : 34.187.500 m
Asaan : 375.000.000
B. Langisan dan sekitarnya : 2.880.000.000 m
B. Simauran Bungin : Belum ada Penyidikan

BATU SERPIH
Bahan galian ini berwarna kecoklatan hingga ungu,bersifat plastik dan kaku bila kering dan menyerpih. Luas penyebaran bahan galian ini 682.500 dengan ketebalan 5 m bahan galian ini digunakan sebagai cat pewarna, perabot rumah tangga.

KAOLIN
Penyebaran terdapat di dusun Pendoketan sekitar 22 km dari ibu kota Kec.Baraka. Digunakan untuk industri keramik, pembuatan bahan pemutih kertas dan lain-lain Cadangan sebesar 8.075m (20.995.00 ton)

BATU GAMPING.
Penyebaran di Lode-Londe Buttu Simaruan, Buttu Lakawang Paladang,Dusun Manggugu, Sarurang,Buttu Sarong, Tandu Batu, Surakan dan Mararin Maulu. Sedang cadangan Batu Gamping untuk 10 lokasi tersebut diatas sebesar 55.712.852.130m (133.710.821.100 ton)

BATU SETENGAH MULIA
Penyebaran dapat dijumpai Kec. Maiwa dan Dusun Malino.Gunanya untuk membuat permata dan batu perhiasan

LEMPUNG TANAH LIAT
Penyebaran di Kec. Maiwa kampung Pakodi, solo karaja, Kec.Bungin di desa Bungin dan desa Tindalun. Bahan galian tersebut digunakan untuk pembuatan batu bata dan genteng. Cadangan lempung sebesar.
- 55.631.732.250.m Densit 1,9 ton/m
- (106.107.271.275)

 

POTENSI ENERGI BARU TERBAHARUKAN

KABUPATEN ENREKANG

SULAWESI SELATAN

1. POTENSI ENERGI BARU TERBAHARUKAN KABUPATEN ENREKANG

A. POTENSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO (PLTMH)

Pada Bagian Utara Kabupaten Enrekang oleh Allah SWT dianugrahi Potensi Air yang melimpah oleh karena di Kabupaten Enrekang terdapat Pegunungan Latimojong (Gunung tertinggi di Pulau Sulawesi) dimana mengalir Sungai-sungai besar dan kecil diantaranya : Sungai Saddang, Sungai Mata allo, Sungai Tabang, Sungai Pasui, Sungai Baraka dan sungai-sungai kecil lainnya yang airnya mengalir sepanjang tahun.Potensi Sungai ini dapat dibangun PLTA, PLTM dan PLTMH dengan kapasitas dari 300 MW (Potensi PLTA Batu), PLTM Belajen (Potensi 2 x 3,5 MW) hingga PLTMH yang berpotensi dari 500 kw (PLTMH Baruka) - 20 kw (Potensi PLTMH Latimojong).

B. POTENSI PLTS

Pada bagian Selatan dari Kabupaten Enrekang dianugrahi pedataran yang sangat luas hal ini sangat menunjang penyinaran matahari sangat maksimal, olehnya itu untuk memenuhi kebutuhan energi listrik pada daerah ini diperlukan Pembangkit Litrik Tenaga Surya (PLTS).

C. POTENSI BIOGAS

Potensi biogas (khususnya untuk kotoran ternak) di Kabupaten Enrekang tersebar di hampir seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Enrekang dengan jumlah Populasi ternak khususnya Ternak Sapi Perah berjumlah 1.300 ekor dan sapi penggemukan 2.600 ekor.

2. REALISASI PELAKSANAAN PROGRAM UNGGULAN PEMANFAATAN POTENSI ENERGI BARU TERBAHARUKAN DI KABUPATEN ENREKANG.

A. PEMBANGUNAN PLTMH

Pembangunan PLTMH di Kabupaten Enrekang diawali pada Akhir Tahun 2005 kerjasama antara Kementerian Koperasi RI dan Pemerintah Kabupaten Enrekang untuk membangun PLTMH Bungin 90 kw dengan dana Rp.1.388.500.000 (1 Milyar dari Kementerian Koperasi RI 388.500.000 dana APBD Kab. Enrekang) untuk 265 rumah yang ditempatkan pada Ibukota Kecamatan Bungin dimana Kecamatan tersebut belum menikmati listrik saat itu.Selanjutnya dengan keuletan Bapak Bupati Enrekang Haji La Tinro La Tunrung melakukan lobi hingga ke Pemerintah Pusat (beberapa Departemen) maka pada tahun 2006 s/d 2007 Pemerintah Kabupaten Enrekang membangun beberapa PLTMH yaitu :

1. PLTMH Tanete 20 Kw Kerjasama Pemda dan BB TTG LIPI Subang, tahun 2005 (Untuk 100 rumah)2. PLTMH Bongso 80 Kw Kerjasama Kementerian PDT RI dan Pemda Kabupaten Enrekang, tahun 2006. (untuk 365 rumah) Bantuan dari Kementerian PDT RI hanya untuk 20 Kw dengan kerjasama Pemda Kabupaten Enrekang PLTMH Bongso dibangun menjadi 80 kw.

3. PLTMH Leon 20 Kw Bantuan LSM Jerman, tahun 2006, (untuk 120 rumah).

4. PLTMH Palakka 50 Kw Kerjasama Pemda dan BB TTG LIPI Subang tahun 2007, (untuk 150 rumah)5. PLTMH Ledan 70 Kw Kerjasama Kementerian PDT RI dan Pemda Kabupaten Enrekang, tahun 2007. (untuk 313 rumah) Bantuan dari Kementerian PDT RI hanya untuk 22 Kw dengan kerjasama Pemda Kabupaten Enrekang PLTMH Ledan dibangun menjadi 70 kw.

6. PLTMH Parombean 70 Kw Kerjasama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemda Kabupaten Enrekang, tahun 2007, (untuk 215 rumah) Bantuan dari Pemrov Sulsel hanya untuk 25 kw dengan kerjasama Pemda Kabupaten Enrekang PLTMH Parombean dibangun menjadi 70 kw. Jumlah rumah yang telah menikmati listrik dengan sumber energi PLTMH yaitu : 1.528 RumahJumlah Energi Listrik dari 7 PLTMH : 400 kw

B. PEMBANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS)

Pembangunan PLTS di Kabupaten Enrekang diawali pada Akhir Tahun 2005 ketika itu Bapak Bupati Haji La Tinro La Turung melakukan MoU dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi RI (BPPT – RI) untuk memperoleh bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya sebanyak 100 Unit dengan pola ”sharing cost”. Dengan keberhasilan tersebut Pemda Kabupaten Enrekang melalui kepemimpinan Bapak Bupati Enrekang Haji La Tinro La Tunrung telah menyediakan penerangan Listrik berupa PLTS bagi masyarakat kabupaten Enrekang dari tahun 2005 s/d 2007 dengan pola ”sharing cost” berjumlah : 821 Unit dengan rincian sebagai berikut :

1. Bantuan BBPT 100 tahun 2005

2. Bantuan Pemprov Sulsel untuk mesjid 10 unit tahun 2005

3. Bantuan Pemprov Sulsel 20 unit tahun 2005

4. Bantuan Pemprov Sulsel 200 unit tahun 2006

5. Bantuan Program Lisdes Sulawesi Selatan 240 Unit, tahun 2006

6. Pengadaan Pemda Kab. Enrekang melalui APBD 2006 31 Unit

7. Bantuan Pemprov Sulsel untuk mesjid 20 unit tahun 2007

8. Bantuan Pemprov Sulsel 200 unit tahun 2007

C. PEMBANGUNAN BIOGAS (BIOGAS KOTORAN SAPI)

Pada tahun 2005 terjadi krisis minyak tanah, yang berdampak juga di Kabupaten Enrekang. Ketika itu Bapak Bupati Enrekang Haji La Tinro La Tunrung memerintahkan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi kab. Enrekang Bapak Drs. Andi Hamzah, M.Si,. Untuk mencoba mengembangkan Kompor Biogas dari kotoran sapi. Akhirnya pada tahun 2006 dilakukan pemasangan 10 unit kompor Biogas dan 3 Unit Generator Set untuk pembangkit listrik Biogas. Masyarakat Kab. Enrekang khususnya para peternak sapi perah sangat antusias. Karena untuk memasak susu untuk dijadikan ”Dangke” (makanan khas Enrekang dari susu yang dipadatkan) tidak lagi memerlukan minyak tanah dan gas elpiji.Pada tahun 2007 melalui Dinas Tata Ruang dan Lingkungan Hidup telah menyiapkan biogas sebanyak : 18 unit dan Dinas Pertanian Daerah menyiapkan 12 unit.Hingga tahun 2007 Biogas di Kabupaten Enrekang berjumlah 40 unit untuk Kompor Biogas dan 3 Unit untuk generator Biogas. (data Terlampir)Sehingga tahun 2007 Bapak Bupati Enrekang Haji La Tinro La Tunrung mencanangkan pemakaian biogas untuk para peternak sapi perah dan sapi penggemukan dengan semboyan ”BIOGAS YES MINYAK TANAH NO”. Tolal :* Rumah yang telah memanfaatkan PLTMH dan PLTS serta Genset Biogas berjumlah : 2.352 Rumah* Mesjid Untuk PLTS : 30 Mejid

3. SUMBER DANA PEMBANGUNAN POTENSI ENERGI BARU TERBAHARUKAN DI KABUPATEN ENREKANG :

NO ALOKASI SUMBER DANA TOTAL KETERANGAN
BANTUAN APBD II

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

9.

10.

PLTMH BUNGIN

PLTMH TANETE

PLTMH LEON

PLTMH BONGSO

PLTMH LEDAN

PLTMHPAROMBEAN

PLTMH PALAKKA

PLTS

- 100 Unit

- 10 Unit

- 20 Unit

- 31 Unit

- 240 Unit

- 200 Unit

- 20 Unit

- 200 Unit

BIOGAS

Mesin TTG Pengolahan Pangan

1.000.000.000

450.000.000

500.000.000

850.000.000

850.000.000

850.000.000

450.000.000

 

650.000.000

65.000.000

130.000.000

1.560.000.000

1.300.000.000

130.000.000

1.300.000.000

200.000.000

388.500.000

258.000.000

-

400.000.0007

92.140.000

850.000.000

942.000.000

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

186.000.000

45.000.000

1.388.500.000

708.000.000

500.000.000

1.250.000.000

1.642.140.000

1.700.000.000

1.392.000.000

650.000.000

65.000.000

130.000.000

186.000.000

1.560.000.000

1.300.000.000

130.000.000

1.300.000.000

45.000.000

200.000.000

DepKop

RIBB TTG LIPILSM Jerman

K PDT RIK PDT RI

DISTAMBEN SULSEL

BB TTG LIPI BPPT

DISTAMBEN SULSEL

DISTAMBEN SULSEL

APBD ENREKANG

PROLISDES SULSEL

 

DISTAMBEN SULSEL

DISTAMBEN SULSEL

DISTAMBEN SULSEL APBD ENREKANG

BB TTG LIPI

10.285.000.000 3.869.640.000 14.154.640.000

Keterangan : 1 Unit PLTS = Rp. 6.500.000,-

4. PROGRAM PEMANFAATAN ENERGI LISTRIK PLTMH

Program pemanfaatan Aliran Listrik PLTMH yang telah dibangun di Kabupaten Enrekang selain untuk penerangan juga untuk menggerakan Industri Rumah Tangga. Hal ini ditandai dengan dilaksanakannya Kerjasama Pemda Kabupaten Enrekang dengan BB TTG LIPI Subang pada tahun 2007 dengan membangun Gedung untuk Pengolahan Pangan hasil Perkebunan Masyarakat Desa Tanete.Hal ini akan dilanjutkan untuk tahun 2008 dengan memanfaatkan Aliran Listrik PLTMH untuk pengolahan hasil perkebunan di Desa-Desa, Seperti Kopi, Lada, Jahe, Markisa, Padi dan hasil perkebunan lainnya dengan menggunakan Teknologi Tepat Guna.

Disisi lain dengan Terbangunnya PLTMH. Pada Bulan Agustus tahun 2007 hasil survey dari Tim BB TTG LIPI Subang pada Desa Potokullin Indeks Prestasi Siswa di 2 (dua) Sekolah Dasar Potokullin menunjukkan hasil yang menggembirakan dengan nilai rata rata hasil Ujian Akhir Nasional (UAN) dari 5, 14 meningkat menjadi 7, 11. Dari total 15 SD yang ada di Kecamatan Buntu Batu 2 (dua) SD Potokullin berada diperingkat 14 dan 15, namun setelah terbangunnya PLTMH Bongso 80 kw, sehingga siswa-siswa dapat belajar dimalam hari dibawah bimbingan Guru-guru mereka. Saat ini 2 (dua) SD Potokullin berada pada Rangking 4 dan 5 dari 15 SD yang ada di Kec. Buntu Batu.

Untuk Program Survey Dampak dari PLTMH yang telah terbangun di Kabupaten Enrekang pada tahun 2008 akan dilakukan survey oleh Tim BB TTG LIPI Subang bekerja sama dengan Pemda Kab. Enrekang.

5. PEMBANGUNAN DESA DAN DUSUN MANDIRI ENERGI

Hingga tahun 2007 Realisasi Pembangunan Desa Mandiri Energi dan Dusun Energi Mandiri yang menggunakan Energi Baru Terbaharukan di Kabupaten Enrekang adalah :

A. Desa Bungin Sumber Energi PLTMH Bungin 2 x 45 kw

B. Desa Tanete Sumber Energi PLTMH Tanete 20 kw dan PLTS untuk Dusun Labuku

C. Desa Potokullin Sumber Energi PLTMH Bongso 80 kw

D. Desa Ledan Sumber Energi PLTMH Ledan 70 kw

E. Desa Parombean Sumber Energi PLTMH Parombean 70 kw

F. Desa Palakka Sumber Energi PLTMH Palakka 50 kw

G. Desa Salo Dua Sumber Energi PLTS

H. Desa Patondon Salu Sumber Energi PLTS

I. Desa Lebani Sumber Energi PLTS

J. Desa Baringin Sumber Energi PLTS

K. Desa Ranga Sumber Energi PLTS

L. Desa Kaluppini Sumber Energi PLTS

M. Dusun Bissakan Desa Lebang Sumber Energi PLTS

N. Dusun Orong Desa Rampunan Sumber Energi PLTS

O. Dusun Bibang Desa bolang Sumber Energi PLTS

P. Dusun Baraka Desa Matajang Sumber Energi PLTS

6. PEMBANGUNAN KECAMATAN MANDIRI ENERGI

Program Kecamatan Energi Mandiri di Kabupaten Enrekang akan dilaksanakan pada Tahun 2008, dimana Kecamatan Energi Mandiri tersebut adalah Kecamatan Bungin.Sumber Pembangkit Listrik Energi Baru Terbaharukan direncanakan dari :

1. Pembangunan PLTMH Bungin Kec. Bungin 2 x 45 kw (Telah terealisasi tahun 2006)

2. Pembangunan PLTMH Tallang Rilau Kec. Bungin 62 kw (Rencana 2008)

3. Pembangunan PLTMH Bulo Kec. Bungin 2 x 45 kw (Rencana 2008)

Aliran Listrik dari Ketiga PLTMH tersebut akan melayani Desa-Desa yang ada di Kecamatan Bungin yaitu : Desa Bungin, Desa Baruka, Desa Sawitto (Resetlemen), Desa Tallang Rilau dan Desa Bulo.

7. KENDALA YANG DIHADAPI

Pada pembangunan PLTMH, PLTS dan Pengadaan Biogas memerlukan dana yang sangat besar dimana keterbatasan dana APBD Kab. Enrekang setiap tahunnya merupakan kendala utama.

A. Hingga saat ini Potensi PLTMH yang belum dibangun yaitu :

1. PLTMH Bulo/Asa’an 2 x 45 kw : untuk 446 rumah

2. PLTMH Tallang Rilau 62 kw : untuk 129 rumah

3. PLTMH Malannyin 20 kw : untuk 200 rumah

4. PLTMH Latimojong 20 kw : untuk 70 rumah

5. PLTMH Wai-wai 20 kw : untuk 92 rumah

B. Jumlah Rumah yang membutuhkan PLTS : 1.200 rumah

C. Jumlah Peternak yang membutuhkan biogas : 700 rumah (Peternak)

Bupati Dan Wakil Bupati

.:: Lain-Lain ::.

Link Kabupaten Lain

-=|| Propinsi Sul-Sel
-=|| Bantaeng
-=|| Barru
-=|| Bulukumba
-=|| Bone
-=|| Gowa
-=|| Jeneponto
-=|| Luwu
-=|| Luwu Timur
-=|| Luwu Utara
-=|| Maros
-=|| Pangkep
-=|| Pinrang
-=|| Selayar
-=|| Sidrap
-=|| Sinjai
-=|| Soppeng
-=|| Takalar
-=|| Tana Toraja
-=|| Wajo
-=|| Kota Makassar
-=|| Kota Palopo
-=|| Kota Parepare